Slideshow

Kamis, 08 Desember 2011

NIS

Network Manajemen Service (NIS)


PENDAHULUAN
NIS Server adalah sebuah layanan di jaringan untuk memberikan single sign on authentication. Jika sistem openSUSE bergantung pada server NIS untuk menyediakan data pengguna, maka pengguna tidak akan bisa login ke mesin ini jika service NIS bermasalah.

TUJUAN
Komputer client yang berbasis linux bisa login dengan menggunakan username di server.
Dengan menambahkan NFS, home direktori user, bisa dibuat untuk disimpan secara terpusat di server.

CARA PENGERJAAN DAN HASIL
Skenario :
Server IP Address : 192.168.65.10
Client IP Address : 192.168.65.12

Konfigurasi NIS Server
1. Install NIS server
$ sudo apt-get install portmap nis
2. Edit file /etc/default/nis menjadi
NISSERVER=true
NISCLIENT=false
3. Edit file /etc/defaultdomain isikan dengan nama domain yang ingin digunakan
share.dom
4. Langkah ini opsional (boleh dilakukan, boleh juga tidak) yaitu untuk membatasi
    network yang mengakses NIS Server. Edit file /etc/ypserv.securenets, isikan
    dengan network yang akan dilayani.
255.255.255.0 192.168.65.0
5. Restart NIS server
$ sudo /etc/init.d/nis restart
6. Edit filenya untuk menentukan User ID minimal yang akan map ke NIS server
    pada /var/yp/Makefile.
MINUID=1001
MINGID=1001
7. Buat user baru
useradd erwan –m
passwd erwan
8. Singkronisasi antara Database user lokal ke NIS server
$ sudo /usr/lib/yp/ypinit –m
    Kemudian tekan CTRL­D untuk melanjutkan
Langkah untuk konfigurasi NIS server sudah selesai. Kita bisa mengecek seharusnya ada service portmap yang sudah dijalankan.

Untuk mendukung NIS, kita juga perlu menginstall NFS untuk filesharing :
1. Install NFS
$ sudo apt-get install nfs-kernel-server
2. Sharing direktori /home dengan mengendit file /etc/exports
/home       192.168.65.0(rw,no_root_squash,async)
3. Reload ulang konfigurasi sharing NFS
#exportfs –r
#exportfs –a
#/etc/init.d/nfs-kernel-server restart

Konfigurasi NIS Client
1. Install NIS
$ sudo apt-get install nis portmap
    Jika proses startup dan binding terlalu lama, cancel saja, tekan CTRL + C
2. Edit file /etc/default domain dan isikan nama domain sesuai dengan nama
    domain NIS server.
share.dom
3. edit file /etc/default/nis
NISSERVER=false
NISCLIENT=true
4. Edit file /etc/yp.conf . Isikan baris berikut yang menyatakan alamat NIS server
ypserver 192.168.65.10
5. Edit file /etc/nsswitch.conf
passwd:                      compat nis
group :                      compat nis
shadow:                      compat nis
6. Restart NIS
$ sudo /etc/init.d/nis restart

Untuk mounting file system, kita install  nfs ­client di sisi client :
1. Install NFS Client
$ sudo apt-get install nfs-client
2. Mount directory /home ke direktori /home yang di server
$ sudo mount.nfs 192.168.65.10:/home /home
3. Untuk membuat setting mount menjadi permanen, edit file /etc/fstab, dan
    tambahkan baris sbb :
192.168.65.10:/home                 /home       nfs        
defaults              0 0
4. Cek konfigurasi file /etc/fstab dengan melakukan mount ulang direktori /home
$ sudo mount -o remount /home
    Mount ulang semua file system
$ mount -a
Coba restart komputer client dan login dengan username dan password user di server.
Perhatian:
Setiap ada perubahan data user di server, baik itu penambahan user, penggantian password dan lain sebagainya, NIS server harus menjalankan langkah 8 di server yaitu melakukan singkronisasi.
$ sudo /usr/lib/yp/ypinit -m

Network File Sistem (NFS)

NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.

NFS dikembangkan berbasis pada sistem Open Network Computing Remote Procedure Call(ONC RPC).
Implementasi standar NFS biasanya seperti item-item berikut ini:
1. Server akan mengimplementasikan daemon NFS (dijalankan sebagai nfsd secara default).NFS ini akan berjalan dan memungkinkan data yang di-share tersedia dan bisa diakses oleh client.
2. Administrator server berhak menentukan bagian-bagianyang di-share. Semuanya akan diletakkan di file/etc/export command exportfs.
3. Administrator security di server memungkinkan hanya client yang valid yang dapat mengakses file NFS yang di-share.
4. Konfigurasi jaringan memastikan bahwa client bisa mengakses melalui sistem firewall.
. Request dari client harus ada untuk mengekspor data, biasanya menggunakan command mount.
6. Jika semua berjalan lancar, user dari client bisa melihat dan berinteraksi dengan file di jaringan seolah-olah berinteraksi di komputer sendiri.
NFS Server
Merupakan komputer/host yang menyediakan sistem file(via direktori) yang dapat diakses oleh komputer lain.
Langkah server adalah :
a. Menyiapkan direktori yang akan di-share.
b. Kemudian melakukan konfigurasi sharing direktori yang sudah disiapkan .
NFS Client

Merupakan komputer/host yang memanfaatkan sistem file yang disediakan oleh NFS Server.
Sedangkan langkah client adalah
a. Menyiapkan direktori yang dipakai untuk menampung sharing direktori dari server.
b. Kemudian melakukan konfigurasi pengambilan file lewat sharing dengan tempat penampungan telah disiapkan di langkah a.

Untuk melakukan hal tersebut NFS client memakai UDP (User Datagram Protocol) untuk mengirim permintaan/request I/O melalui jaringan dengan menggunakan Remote Procedure Call (RPC). Request ini akan diterima oleh NFS Server melalui proses daemon yang bernama nfsd.
RPC adalah layanan (service) yang dikendalikan oleh suatu program yang disebut portmap. Untuk melakukan proses sharing dan mount pada NFS, terdapat beberapa layanan yang bekerja secara bersama-sama yaitu :

nfs — menjalankan proses RPC untuk melayani permintaan sistem file NFS.
nfslock — layanan tambahan yang menjalankan proses RPC untuk mengijinkan NFS client untuk mengunci file pada server.
portmap — layanan RPC pada Linux yang merespon semua permintaan layanan RPC dan melakukan koneksi ke layanan RPC yang diminta.

Berikut ini adalah proses-proses RPC yang bekerja bersama-sama di belakang layar untuk memfasilitasi terjadinya layanan NFS

rpc.mountd — proses ini menerima permintaan mount (pengaktifan
device/direktori) dan melakukan proses verifikasi sistem file yang dieksport. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.
rpc.nfsd — ini adalah proses utama NFS server yang bekerja pada kernel Linux untuk memenuhi kebutuhan NFS client .
rpc.lockd — merupakan proses tambahan yang mengijinkan NFS client untuk mengunci file pada server.
rpc.statd — Proses ini menjalankan Network Status Monitor (NSM) yaitu protokol RPC yang memberikan pesan kepada NFS client pada saat NFS server dijalankan ulang (restart). Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user.
rpc.rquotad — Proses ini menyediakan informasi kuota pemakai (user quota) untuk remote user. Proses ini dijalankan secara otomatis oleh service NFS dan tidak membutuhkan konfigurasi dari user. 
Instalasi NFS

Agar mampu menggunakan NFS, Anda perlu terlebih dahulu menginstalnya ke Ubuntu Anda. Caranya adalah dengan mengeksekusi kode :

    #apt-get install nfs-kernel-server

Ketika  muncul perintah Do You Want to continue, ketikan Y dan tekan Enter


Gunakan perintah berikut untuk menginstalasi beberapa software yang diperlukan untuk NFS Server.

    emozzart@eMozzart:~$ sudo apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap

 
Konfigurasi portmap agar tidak bind loopback dengan menggunakan perintah sbb :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo dpkg-reconfigure portmap

Kemudian restart Portmap menggunakan perintah dibawah ini :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/portmap restart
 

Konfigurasi NFS

NFS exports dari sebuah server dikontrol oleh sebuah file /etc/exports. Masing-masing baris dimulai dengan path dari sebuah direktori yang akan di export, dan dipisahkan dengan spasi dari klien yang diperbolehkan mengakses.

Edit file exports dengan menggunakan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo vi /etc/exports

Berikut contoh baris yang ditambahkan dalam file /etc/exports

Folder yang dishare pada server adalah /home/data-share dan klien yang bisa mengakses dengan otorisasi read-write adalah komputer dengan IP 192.168.1.21 s.d 192.168.1.26, baris yang kita tambahkan adalah :

    /home/data-share 192.168.1.21/26(rw,no_root_squash,async)

atau untuk read only dari sebuah komputer :

    /home/data-share 192.168.1.7 (ro,async)

save file dan keluar.

Klien dapat dispesifikasikan dengan IP maupun dengan nama mesinnya.

Kita harus merestart NFS Server dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart

Jika kita membuat perubahan dalam file /etc/exports di NFS server yang sedang berjalan, kita dapat merubahnya langsung dengan menggunakan perintah :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo exportfs -a

Nah server dah selesai kita install dan setting. Sekarang saatnya mengkonfigurasi klien agar dapat mengakses folder yang kita sharing di server.

 
Instalasi NFS Klien

Gunakan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo apt-get install portmap nfs-common

Perintah ini akan menginstall paket-paket yang diperlukan oleh klien NFS.

Mounting Manual

Dalam tutorial ini kita akan memounting 192.168.1.26:/home/data-share ke /home/data-share-client. Dalam hal ini komputer dengan alamat IP 192.168.1.26 adalah server tempat folder yang akan dishare, dan /data-share adalah nama share yang ada di komputer server. (Catatan : Mount point /home/data-share-client terlebih dahulu harus sudah ada di komputer klien)

Untuk membuat direktori gunakan perintah dibawah ini :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo mkdir data-share-client

Kita harus memounting folder yang dishare dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo mount 192.168.1.26:/home/data-share /home/data-share-client

Setelah itu kita perlu me restart services dengan perintah berikut :

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/portmap restart

    emozzart@eMozzart:~$ sudo /etc/init.d/nfs-common restart

Selain mounting manual, kita juga bisa memounting otomatis ketika boot dengan mengedit file /etc/fstab

    emozzart@eMozzart:~$ sudo vi /etc/fstab

Dalam tutorial ini baris yang ditambahkan pad afile /etc/fstab adalah sbb :

    192.168.1.26:/home/data-share-client /home/data-share-client nfs rw 0 0

192.168.1.26 adalah nama servernya, /data-share-client adalah folder yang dishare, dan /home/data-share-client adalah nama mount point yang tadi telah dibuat.
 
Simpan dan keluar, kemudian log off dan login lagi. NFS sudah berhasil dilakukan! Setelah restart otomatis folder yang bersangkutan akan ter-share, Anda bisa melihat justifikasinya dengan mengklik kanan pada folder yang akan di-sharing.

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)


Pengertian
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari ysteml Bootstrap Protocol (BOOTP). Sebuah server DHCP dapat diatur dengan pengaturan yang sesuai untuk keperluan jaringan tertentu. Seperti pengaturan Default gateway, Domain Name System (DNS), Subnet Mask, dan rentang alamat IP yang yst diambil oleh ysteml klien. Komputer yang menyediakan layanan ini disebut dengan DHCP Server, sedangkan system yang meminta disebut dengan DHCP Client.
DHCP Server menerima permintaan dari sebuah host/client. Server kemudian memberikan alamat IP dari satu set alamat standar yang disimpan dalam database. Setelah informasi alamat IP dipilih, server DHCP menawarkan ke host yang meminta pada jaringan. Jika host menerima tawaran tersebut, maka IP akan disewa untuk jangka waktu tertentu, yst dalam menit, dalam jam ataupun hari.
 
Tujuan
Karena DHCP merupakan sebuah systeml yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa ystem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan..
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar ystem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak
Cara Pengerjaan dan Hasil
1. Cek konfigurasi IP Address statik server (eth0) yang digunakan :
            Cat /etc/network/interfaces
2. Install DHCP dengan perintah :
            Sudo apt-get install dhcp3-server
3. Modifikasi Interfaces yg ingin digunakan dan save settingnya :
            Sudo gedit /etc/default/dhcp3-server
    Sebagai contoh ubahlah INTERFACES=”eth0″ menjadi eth1
4. Konfigurasi DHCP dan save settingnya :
            Sudo gedit /etc/dhcp3/dhcpd.conf
    Tambah konfigurasinya dengan contoh setting sebagai berikut :
      option subnet-mask 255.255.255.0;
      option broadcast-address 192.168.1.255;
      option routers 192.168.1.254;
      option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
      option domain-name “yourdomainname.com”;
      subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
      range 192.168.1.10 192.168.1.200;
      }
      host client1{
      hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
      fixed-address 192.168.1.20;
      }
      host client2{
      hardware ethernet 00:0a:95:b4:d4:b0;
      fixed-address 192.168.1.21;
      }
      host client3{
      hardware ethernet 00:16:cb:aa:2a:cd;
      fixed-address 192.168.1.22;
      }
      host client4{
      hardware ethernet 00:0a:95:f5:8f:b3;
      fixed-address 192.168.1.23;
      }

5. Bila ingin membackup file dhcpd silahkan ketikkan perintah:
            cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf
   Dan untuk mengembalikan filenya dengan perintah:
            /etc/dhcp3/dhcpd.conf.back
6. Periksa perubahan konfigurasi IP dengan perintah :
            Ifconfig
7. Setelah selesai melakukan semua konfigurasi restart dhcp dengan perintah:
            sudo /etc/init.d/networking restart
8. Untuk melihat aktifitas dari dhcp dapat digukan perintah :
            netstat –uap

9. Untuk melakukan pengecekan error terhadap file 100baris terakhir saat 
    dhcp dijalankan dengan perintah :
            tail –n 100 /var/log/syslog
Ddns-update-style
Anda dapat memberitahukan bahwa dhcp server untuk mengupdate sebuah DNS-server jika IP address pada LAN sudah terpasang.

Option domain-name-server
Memberitahukan dhcp server bahwa DNS servernya dapat diberikan kepada client.
Default-lease-time, dan max-lease-time
Sebuah client dapat memberitahukan kepada server berapa lama untuk memperoleh IP address.

Authoritative

Jika tidak disetting, berarti jika ada client yang meminta sebuah address maka hal itu tidak
benar untuk segment network.

Subnet

Subnet yang digunakan.

Range

Memberitahukan server dhcp dari range mana ip address yang dapat diberikan kepada computer client.

Option broadcast-address
Broadcast address yang digunakan.

Option routers
Dhcp server gateway address yang dapat digunakanuntuk permintaan client.

Rabu, 02 November 2011

SSH, SCP, SFTP


  1. Pengertian SSH
·         SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan. scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp. Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda diobrak-abrik setelahnya. Lebih jauh lagi, SSH memungkinkan kita mengamankan koneksi dari pembajakan (Anda sedang terhubung sebagai root ke server, tiba-tiba di tengah jalan ada sabotase, yang tanpa perlu tahu username maupun password Anda bisa langsung melanjutkan sesi Anda yang sedang aktif, dan tentu saja dengan hak sebagai root).

SSH

·         SSH singkatan dari secure shell dan merupakan cara untuk terhubung ke mesin remote. SSH *nix sangat populer di kalangan pengguna karena keduanya dapat diandalkan, aman, dan mudah beradaptasi. SSH juga mudah untuk menginstal dan cukup lurus ke depan.
Tidak seperti FTP dan SSH protokol lain yang aman, semua transaksi akan dienkripsi sehingga mereka tidak dapat disniffing. Tidak seperti SSH FTP username / password kombinasi tidak dikirim dalam bentuk teks. SSH telah dienkripsi dari awal. Hal ini penting karena banyak pengembang web akan sering menggunakan FTP untuk mentransfer file ke server mereka tidak tahu bahwa seseorang dapat dengan mudah meng-sniffing jaringan untuk password mereka. Dengan SSH dengan program seperti scp dan jauh lebih aman sshfs cara untuk mentransfer file ke remote mesin.

Cara mendapatkan / konfigurasi

Banyak distribusi akan datang dengan klien SSH terinstal secara default. Untuk mendapatkan server pada distro berbasis Debian yang dapat Anda lakukan:
sudo apt-get install openssh-server
Pengguna arch dapat menginstal server / klien dengan:
sudo pacman -S openssh

Konfigurasi SSH Server

Banyak kali distro untuk konfigurasi default SSH akan bekerja, tapi saya sarankan Anda membuat beberapa perubahan. Biasanya file config adalah dalam: ‘/etc/ssh/sshd_config’

Membuat ssh lebih aman

Seperti semua servis mendengarkan pada port terbuka. ada risiko. Berikut adalah beberapa perubahan konfigurasi yang dapat Anda buat untuk mengurangi beberapa risiko:

Nonaktifkan SSH protokol 1

Perubahan pertama saya akan membuat adalah untuk menonaktifkan SSH usang dari 1 protokol terhubung ke server. Protokol ini hampir tidak pernah digunakan dalam klien SSH modern lagi karena manusia rentan terhadap serangan di tengah. Untuk memastikan bahwa tidak ada klien SSH yang Anda gunakan jatuh kembali ke protokol ini yang terbaik adalah kita nonaktifkan.
Pastikan Anda memiliki baris ini di konfigurasi anda:
Protocol 2

Tambahkan AllowUsers Tag

Secara default server SSH sering ditetapkan untuk memungkinkan semua pengguna untuk mengakses dari jarak jauh. Hal ini lebih aman untuk menentukan pengguna mana yang kita akan memberikan akses ke sistem ini. Hal ini sangat berguna untuk kondisi multiuser mesin, namun bahkan satu mesin pengguna bisa mendapatkan keuntungan dari tag ini sebagai generik account pengguna dapat secara tidak sengaja diciptakan.
Hanya dengan tambahkan baris ini pada konfigurasi anda:
AllowUsers (namapengguna1) (namapengguna2)
Dimana (namapengguna1) dan (namapengguna2) adalah username yang diizinkan meremote akses ssh
Nonaktifkan (disable) Root Login
SSH brute force serangan sering mengandalkan username ‘root‘. Dengan tidak menonaktifkan root login Anda memberikan penyerang setengah informasi yang mereka butuhkan untuk mendapatkan akses. Mereka sudah tahu username semua yang mereka perlu lakukan adalah menebak password yang benar. Lebih baik untuk menjaga hal yag terduga.
Bagaimana jika saya perlu melakukan sesuatu sebagai root?
Menonaktifkan login root hanya mencegah login awal menjadi root.
Anda masih dapat beralih user untuk root atau menggunakan sudo pernah dikonfirmasi dengan user biasa.
Untuk menonaktifkan login root pastikan anda telah mengatur ini:
PermitRootLogin no

Kunci otentikasi berbasis (Key based authentication)

Langkah pertama adalah untuk membuat kunci (key) pada mesin lokal.
Untuk membuat key RSA lakukan (Anda juga dapat melakukan DSA):
ssh-keygen-t rsa
Maka anda perlu menyalin kunci publik ke server jauh dengan melakukan:
ssh-copy-id pengguna@remotebox
Atau Anda dapat melakukannya dengan cara lama:
scp ~/.ssh/id_rsa.pub user@remotebox:.ssh/authorized_keys

Nonaktifkan password autentikasi (Disable password authentication)

Setelah Anda telah berhasil diuji otentikasi berbasis kunci Anda Anda dapat menonaktifkan otentikasi berbasis password.
Hal ini menjamin bahwa semua upaya akses SSH harus mengotentikasi dengan kunci bukan sandi.
Ini semua menghilangkan serangan skrip otomatis terhadap SSH.
PasswordAuthentication no
Mengubah port default
Baris pertama pertahanan untuk menggagalkan skrip otomatis adalah dengan hanya mengubah port default SSH server Anda. Ini keamanan melalui ketidakjelasan. Ada beberapa cara untuk mendeteksi SSH pada semua port tetapi memindahkan port ssh server Anda dapat secara drastis mengurangi spam ditolak login di log Anda.
Hanya mengubah port ke sesuatu yang lain seperti:
Port 223

Port knocking

Port knocking adalah cara yang bagus untuk membuka port secara remote dengan mengirim urutan tertentu atau “ketukan” ke server jauh.
Setelah ketukan yang benar dikirim, server akan membuka port ke alamat IP tertentu.

hosts.deny/allow

Berikut adalah beberapa aturan umum untuk menolak / mengizinkan akses SSH dengan menggunakan host file.
Biarkan semua orang terhubung dengan Anda.
sshd: ALL
ATAU Anda dapat membatasi untuk ip tertentu
sshd: 192.168.0.1
ATAU membatasi untuk rentang IP (IP range)
sshd: 10.0.0.0/255.255.255.0
ATAU membatasi dengan mencocokan IP (IP matching)
sshd: 192.168.1.
Personalisasi SSH
Saya ingin menambahkan sentuhan pribadi pada pesan SSH hari ini, (motd -  message of the day) .
Saya biasanya akan menambahkan nama server dan beberapa rincian lainnya.
Ini akan membantu membedakan yang menghubungkan server saya ketika saya menemukan diri saya sendiri melakukan koneksi ke semua jenis server sepanjang hari.
Biasanya saya menggunakan program yang disebut, ‘figlet‘ untuk menampilkan nama server saya.
Figlet adalah sebuah aplikasi yang akan mengkonversi teks ke ascii seni dalam berbagai font.
Mengakses SSH dari Dunia Luar
Sekarang bahwa Anda memiliki SSH Anda dan berjalan dan Anda dapat berhasil tersambung ke komputer lain di rumah Anda sudah waktunya untuk mendapatkannya terhubung ke internet untuk remote akses. Jika Anda tidak di belakang NAT Anda mungkin sudah ditetapkan dan bagian ini tidak berlaku untuk Anda, namun sekarang kebanyakan orang di belakang NAT semacam firewall yang membatasi panggilan masuk lalu lintas ke port tertentu kecuali Anda melakukan port forwarding.
Karena terdapat banyak jenis router saya tidak dapat memberikan rincian tentang bagaimana anda pergi tentang port forwarding, namun, ada situs Web yang memiliki hampir setiap router dibayangkan dengan petunjuk tentang cara men-setup port forwarding, portforward.com.
Banyak dari Anda juga akan memiliki alamat IP yang berubah (dinamis).
Hal ini membuat koneksi ke server jauh yang sangat sulit seperti yang Anda perlu tahu apa alamat IP.
Untungnya, ada layanan gratis seperti DynDNS yang akan memberi Anda statis nama domain yang akan diperbarui setiap kali IP berubah.
Bagaimana jika saya terjebak di belakang sebuah perusahaan / universitas firewall dan tidak bisa port forwarding?
Jangan takut, Anda dapat melewati dengan reverse SSH tunneling, tetapi untuk melakukan ini, Anda akan memerlukan komputer yang tengah menjalankan SSH kepada publik.
Ini juga bagaimana layanan seperti, “Go to my pc” bekerja di belakang firewall.


  1. Pengertian SFTP
·         FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol yang lebih tua untuk memindahkan file melalui Internet dan jaringan lainnya. Semua web modern masih menggunakan FTP, yang kadang-kadang digunakan sebagai upload data untuk web atau bisa juga sering digunakan sebagai sarana men-download file besar. Banyak web host masih menawarkan FTP sebagai cara yang lebih disukai untuk meng-upload halaman web baru ke situs web. Namun, karena tidak ada enkripsi dari password Anda, FTP bukan pilihan terbaik untuk tujuan sebuah web yang aman. Dan karena tidak ada enkripsi dari file , FTP adalah sebuah pilihan yang buruk untuk informasi yang lebih private.SFTP (Secure FTP) adalah pengganti FTP yang populer. Dibangun pada SSL, SFTP sama  amannya seperti HTTPS. Dan FTP clients yang paling modern, seperti filezilla, mendukung FTP dan SFTP. SFTP menawarkan serangkaian fitur sangat mirip dengan FTP dan bisa digunakan dengan mudah seperti FTP, meskipun kerjanya cukup berbeda.
Setiap sistem Windows, MacOS X dan Linux sudah mempunyai standar dengan baris perintah program yang sederhana yaitu FTP Clients. Dan MacOS X dan Linux juga memiliki klien baris perintah SFTP sebagai perlengkapan standar. Selain itu, MacOS X mendukung koneksi ke server FTP dengan cara user-friendly,  (kamu dapat menemukan tutorial hebat di creativemac.com).

SFTP

·         SFTP (Secure File Transfer Protocol) adalah proses transfer file yang menggunakan protokol SSH. Disini saya akan membahas bagaimana caranya mengkonfigurasi SFTP pada Ubuntu. Konfigurasi SFTP dengan konfigurasi pada terminal.
  • Buatlah sebuah group untuk user. Misalnya sftponly
mikhael:~$ sudo groupadd sftponly
  • Setelah itu tambah user ke group tersebut
mikhael:~$ sudo adduser pras sftponly

  • Install open-ssh jika belum terinstall dengan mengetikkan
mikhael:~$ sudo apt-get install openssh-server

  • Setelah itu setting konfigurasi
mikhael:~$ sudo nano /etc/ssh/sshd_config

  • Edit default
Subsystem sftp /usr/lib/openssh/sftp-server
menjadi
Subsystem sftp internal-sftp

  • Kemudian di bagian bawah tambahkan
Match group sftponly
ChrootDirectory /home/%u
X11Forwarding no
AllowTcpForwarding no
ForceCommand internal-sftp

  • Untuk dapat diakses ketikkan
mikhael:~$ sudo chown root.root /home/pras

  • Untuk login sebagai user ketikkan
mikhael:~$ sudo usermod -d / pras
·          


  1. Pengertian SCP
·         SCP (Secure Copy Protocol) adalah tools yang berfungsi untuk transfer file dengan menggunakan protokol ssh. Ssh adalah protokol utama yang digunakan untuk remote shell, sistem admnistrasi, pertukaran data, dan lain-lain (insyaallah, soal ssh ini mungkin perlu dibahas tersendiri nantinya). Karena menggunakan ssh, maka setiap PC (atau salah satunya) yang akan melakukan transfer file harus dilengkapi dengan aplikasi ssh server. Ubuntu secara default belum menyertakan openssh-server dalam CD instalasinya, beda dengan Opensuse dan distro-distro lainnya yang sudah menyediakan paket-nya dalam CD/DVD installernya.

·     Apa Sih SCP Itu?
·         Senin dan Selasa tanggal 25-26 April 2011, saya berkesempatan untuk hadir dalam sebuah forum negara-negara ASEAN yang membahas tentang Sustainable Consumption and Production (SCP). Forum ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh negara ASEAN, kecuali Brunai Darussalam yang melakukan last minute cancelation dikarenakan kesulitan mereka memperoleh tiket ke Jakarta. Berdasarkan surat undangan, tujuan utama dari forum ini adalah untuk memberikan kesempatan dalam mengeksplorasi ide-ide serta pendekatan nasional dan kebijakan regional mengenai isu- isu yang terkait dengan SCP.
Sementara itu, saya sendiri –yang memperoleh last minute ‘invitation’– juga kebingungan dengan apa sebenarnya topik yang dibahas. Lagi-lagi saya mendengar istilah ‘sustainable’ ditempelkan dengan istilah lainnya, kali ini istilah itu adalah ‘consumption’ dan ‘production.’ Memprediksi arti dari istilah SCP tidak sulit, kegiatan konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Saat itu pikiran saya menangkap mungkin konsep ini sama dengan konsep ‘cradle to cradle’ lawan dari ‘cradle to grave,’ dimana pada konsep ‘cradle to cradle’ diyatakan bahwa dalam siklus konsumsi dan produksi diusahakan agar kita tidak menghasilkan sampah/ limbah sedikit pun (zero waste).
Istilah SCP juga mengingatkan saya pada sebuah kajian yang pernah saya lakukan, kajian Jejak Ekologis alias Ecological Footprint. Kajian ini mengukur seberapa besar konsumsi kita dibandingkan dengan kapasitas alam untuk menyediakan kebutuhan serta memperbaiki diri untuk menyediakan kebutuhan kita tadi. Konsumsi kita inilah yang kemudian disebut ecological footprint –jejak yang kita tinggalkan ketika mengambil sesuatu dari alam untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan kemampuan alam untuk menyediakan apa yang kita butuhkan dan ‘menyembuhkan’ dirinya untuk dapat menyediakan lagi apa yang kita butuhkan, namanya biocapacity. Pikir-pikir, jika dikatakan seperti tadi, ada semacam personifikasi dalam penggunaan istilah yang bisa mengingatkan kita betapa baiknya alam pada kita manusia.
Sayangnya, saking seringnya saya mendengar kata ‘sustainable,’ saya menjadi skeptis dan mulai berkata dalam hati ‘mahluk apa lagi sih ini?.’ Beruntung pengalaman terdahulu mengajari saya untuk tidak langsung menutup hati pada hal-hal yang ‘malesin’ menurut saya pribadi. Walhasil, saya jadi browsing-browsing untuk sekedar mencari tahu.
Pengenalan mengenai SCP yang paling saya pahami berasal dari publikasi berjudul “Sustainable Consumption and Production Policies: A Policy Toolbox for Practical Use.” Katanya: “Sustainable Consumption and Production (SCP ) is, by its very nature, a rather broad policy field and can potentially cover policies within many diverse fields such as environment, energy, climate, waste, transport, research and education, food and agriculture, urban and rural development, finance, economy, trade and social issues. Furthermore, SCP may be interpreted quite different in different regions of the world.” (Pada dasarnya SCP merupakan suatu tataran kebijakan yang bersifat umum dan dapat mencakup kebijakan-kebijakan dalam bidang yang berbeda seperti lingkungan, energi, iklim, limbah dan persampahan, transportasi, penelitian dan pendidikan, ketahanan pangan dan pertanian, pengembangan wilayah dan kota, keuangan dan pembiayaan, ekonomi, perdagangan, serta isu-isu sosial. SCP dapat diinterpretasikan berbeda-beda di setiap wilayah).
Bedasarkan pengertian tadi, pantas saja jika dari seluruh negara ASEAN yang mengirim delegasi pada forum –dalam presentasinya– menyatakan bahwa negara mereka tidak memiliki kebijakan ataupun regulasi khusus yang secara spesifik mengatur mengenai SCP, namun sudah mengadaptasi atau mengintegrasikan prinsip-prinsip dari konsep tersebut pada kebijakan maupun program yang sudah ada. Dengan begitu menurut saya, tidak salah jika dikatakan bahwa SCP bukan merupakan sebuah konsep yang baru muncul (new emerging concept). SCP merupakan bentuk respon terhadap perubahan pola konsumsi dan produksi yang  terus menerus terjadi di era globalisasi ini. SCP menurut pandangan saya adalah upaya untuk melindungi konsumen dari produk-produk yang penggunaannya tidak efisien sehingga dalam jangka panjang akan merugikan bagi ‘kantong’ mereka (misalnya produk dengan durabilitas rendah), dan menjaga produsen untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan (produk dengan durabilitas rendah cenderung mudah dibuang dan menjadi sampah lebih cepat), sederhananya seperti itu. Namun demikian, pengertian SCP bisa lebih luas lagi. Sementara pemahaman saya baru segitu, harap maklum.

SCP

·         Dalam komputasi, SSH File Transfer Protocol (juga File Transfer Protocol Rahasia, Secure FTP, atau SFTP) adalah sebuah protokol jaringan yang menyediakan akses file, transfer file, dan fungsionalitas file manajemen atas setiap aliran data yang dapat diandalkan. Ini dirancang oleh Internet Engineering Task Force (IETF) sebagai perpanjangan dari versi protokol Secure Shell (SSH) 2,0 untuk menyediakan kemampuan transfer file aman, tetapi juga dimaksudkan untuk dapat digunakan dengan protokol lain. IETF dari internet menyatakan bahwa meskipun Rancangan protokol ini dijelaskan dalam konteks protokol SSH-2, dapat digunakan dalam sejumlah aplikasi yang berbeda, seperti transfer file aman melalui Transport Layer Security (TLS) dan transfer manajemen informasi dalam aplikasi VPN.
Protokol ini mengasumsikan bahwa itu dijalankan melalui saluran yang aman, seperti SSH, bahwa server telah dikonfirmasi klien, dan bahwa identitas pengguna klien tersedia untuk protokol.